Oleh:
Lilih Putri Pratiwi
Di sudut
malam, aku masih selalu saja memikirkanmu. Suara candamu bahkan pesan-pesan
singkat darimu tiada lagi menghias layar ponselku. Kau menghilang semenjak kau
usaikan kisah ini. Aku hanya mampu tergugu setiap kali mengingat alasan-alasan
yang kau katakan padaku.
Bolehkah,
aku bertanya apakah kau bahagia dengan segala keputusan sepihakmu ini, apa kau
tak mencoba tanyakan kepada hatimu, bagaimana hatimu saat ini, apakah segala
harapan dan mimpi-mimpi kita bersama dulu mampu kau hapuskan dalam waktu
sesingkat ini?
Mengapa
kau tak berani perjuangkan semuanya, setelah kau renggut hati ini untuk
mencintaimu dengan segala ketulusan yang ada. Mengapa kau biarkan segala rasa
ini menguap tak berarti. Benarkah, kau bahagia?
“Jika memang kau bahagia dengan
kepergianku, aku akan pergi darimu. Namun, Aku akan selalu merindukanmu saat kau
bahagia bersamaku.”

Pakar SEO
ReplyDelete