6 September 2014

Benci Untuk Melupakan



Oleh:
Lilih Putri Pratiwi



Sudahi semua apa yang terjadi, kisah kita kini tak perlu ku tangisi lagi. Bayangan tentangmu yang mulai mengabur bersama perasaan ini. Luka ini tak seharusnya ada dan tak perlu tercipta. Kau yang memulai dan kau pula yang menciptakan sebuah pengkhianatan ini.

Kau orang yang sempat mengisi relung hati ini meski kini aku harus memaksa namamu hilang dari isi hatiku. Aku tak akan mengingatmu lagi, dan takkan mau tau lagi tentang kamu. Penjelasanmu siang ini, cukup membuatku kembali sadar diri. Kamu bukanlah yang terbaik buatku.

Biarlah sang waktu yang akan menghapus memori buruk ini, aku akan mencari kebahagianku lagi meski bukan bersamamu. Aku hanya cukup tahu saja, kau lelaki pengecut yang pernah kukenal. Kau tak lebih baik dari orang brengsek sekalipun. Aku menyesal kenal dan berjumpa denganmu. Semua akan terkubur dalam-dalam di hati yang paling dalam ini.

Karena membiarkanmu tertahan di hati ini adalah sebuah kesalahan yang tak seharusnya ada. Biarlah kusendiri mengobati rasa perihku dan lukaku kini. Ketegaanmu padaku biarlah orang lain yang akan membayarnya itu kepadamu. Aku sudah terlalu lelah dan tak  ingin menyiksa hatiku sendiri lebih lama lagi.

“Biarlah rasa benciku begini adanya, dengan begini aku akan mudah untuk melupakanmu.”


0 comments:

Post a Comment