Oleh:
Sudahi semua
apa yang terjadi, kisah kita kini tak perlu ku tangisi lagi. Bayangan tentangmu
yang mulai mengabur bersama perasaan ini. Luka ini tak seharusnya ada dan tak
perlu tercipta. Kau yang memulai dan kau pula yang menciptakan sebuah pengkhianatan
ini.
Kau orang
yang sempat mengisi relung hati ini meski kini aku harus memaksa namamu hilang
dari isi hatiku. Aku tak akan mengingatmu lagi, dan takkan mau tau lagi tentang
kamu. Penjelasanmu siang ini, cukup membuatku kembali sadar diri. Kamu bukanlah
yang terbaik buatku.
Biarlah
sang waktu yang akan menghapus memori buruk ini, aku akan mencari kebahagianku
lagi meski bukan bersamamu. Aku hanya cukup tahu saja, kau lelaki pengecut yang
pernah kukenal. Kau tak lebih baik dari orang brengsek sekalipun. Aku menyesal
kenal dan berjumpa denganmu. Semua akan terkubur dalam-dalam di hati yang
paling dalam ini.
Karena membiarkanmu
tertahan di hati ini adalah sebuah kesalahan yang tak seharusnya ada. Biarlah kusendiri
mengobati rasa perihku dan lukaku kini. Ketegaanmu padaku biarlah orang lain
yang akan membayarnya itu kepadamu. Aku sudah terlalu lelah dan tak ingin menyiksa hatiku sendiri lebih lama lagi.
“Biarlah rasa benciku begini
adanya, dengan begini aku akan mudah untuk melupakanmu.”

0 comments:
Post a Comment