2 September 2014

Benarkah, Kau Bahagia?



Oleh:
Lilih Putri Pratiwi



Di sudut malam, aku masih selalu saja memikirkanmu. Suara candamu bahkan pesan-pesan singkat darimu tiada lagi menghias layar ponselku. Kau menghilang semenjak kau usaikan kisah ini. Aku hanya mampu tergugu setiap kali mengingat alasan-alasan yang kau katakan padaku.

Bolehkah, aku bertanya apakah kau bahagia dengan segala keputusan sepihakmu ini, apa kau tak mencoba tanyakan kepada hatimu, bagaimana hatimu saat ini, apakah segala harapan dan mimpi-mimpi kita bersama dulu mampu kau hapuskan dalam waktu sesingkat ini?

Mengapa kau tak berani perjuangkan semuanya, setelah kau renggut hati ini untuk mencintaimu dengan segala ketulusan yang ada. Mengapa kau biarkan segala rasa ini menguap tak berarti. Benarkah, kau bahagia?

“Jika memang kau bahagia dengan kepergianku, aku akan pergi darimu. Namun, Aku akan selalu merindukanmu saat kau bahagia bersamaku.”



1 comment: