Oleh:
Ketika sebuah
kata harus terhenti untuk berucap, tak peduli seberapa rasa sakit yang harus
diderita. Rindu yang terus terpupuk harus dibunuh setiap kali terasa sesak di
dada. Kali ini aku harus mampu menguasai hatiku sendiri. Melawan rasa pilu
setiap kali mengingat kenangan-kenangan yang indah itu.
Aku tak
peduli dengan rasa yang serba salah ini. Aku tak mungkin terus mencintaimu
lebih lama lagi. Aku tak ingin merasakan perih luka yang seringkali kau
goreskan dengan paksa. Setiap kali kau berusaha membuatku benci akan selalu ada
sisa airmata yang terus terbendung.
Sungguh,
aku tak ingin membencimu. Namun, keadaan yang memaksaku harus melakukannya. Inilah
caraku agar ku melupakanmu dan membiarkan rasa ini menguap. Aku tak ingin mulut
ini terlalu banyak kata amarah yang berujung pilu untukmu. Maafkan aku untuk
semua rasa amarahku kini.
Waktu akan
membawaku terbiasa kembali dengan kesendirian ini. Aku akan membuang segala
rasa yang perih ini. Aku tak sanggup memaksa diri ini terus berada disisimu. Maafkan
atas kepergianku kini, aku akan melanjutkan hidupku untuk menemukan kebahagiaanku
sendiri. Walau kini aku harus membencimu, maafkan aku.

0 comments:
Post a Comment