5 October 2014

Rengekan Seorang Wanita

Oleh:
Lilih Putri Pratiwi




Sebulan sudah sejak kau memilih untuk pergi. Ijinkan malam ini aku mengingatmu, bukan sebagai musuh, bukan sebagai seorang yang pernah aku cintai. Ijinkan aku untuk mengingatmu sebagai seorang teman. Entah mengapa rasanya malam ini aku ingin sekali menangis, bukan menangis karena kepergianmu melainkan aku merindukanmu. Betapa semua sangat terasa berbeda sejak kau tak lagi berada di sisi.

Mungkin ini hanya rengekan seorang wanita yang sedang merindukan sosok yang dikasihi. Ketika malam selalu saja hanya sepi yang menemani, kala terbangun hanya bayangan masalalu yang ada dan ketika beranjak beraktifitas hanyalah sebuah langkah kecil untuk segera meninggalkan yang telah berlalu.

Bisa apa aku kini, aku bukanlah orang yang mampu memutar waktu yang sudah berlalu, aku hanya manusia biasa yang mampu mengenang di waktu yang telah terlewati. Sungguh waktu yang singkat itu terasa cepat. Aku ingin mengulanginya kembali dan janganlah pergi jika aku harus melewatinya untuk yang kedua kalinya esok. Tetaplah bersamaku menemani sisa hidupku melewati kehidupan yang fana ini.

Ah..ini hanya rengekan seorang wanita yang tak penting di dengar. Namun, ini sebuah rengekan yang tulus dari seorang wanita yang sejujurnya tak ingin kehilangannya. Tapi sekali lagi, beginilah realitanya dan aku harus kuat menerimanya. Rengekan ini bukanlah keluhan atau lenguhan kesalku atas apa yang terjadi, aku tak pernah menyesal mengenalnya dan aku tak pernah menyesal telah mencintainya. Tak peduli tentang siapa dirinya. Sungguh hingga detik ini pun aku masih menyayanginya dengan setulus hati.

Tuhan, masihkah ada jalanku untuk kembali bersamanya. Jika kau ijinkan, aku percaya suatu hari nanti akan ada jalanku untuk bahagia bersamanya, namun jika kau tak ijinkan aku akan menemukan kebahagiaanku dengan yang lain. Jika perasaan ini salah, bukankah cinta itu anugrah dari-Mu Tuhan. Jika masih ada secercah hati di hatinya untukku, sambungkan kembali radar kami agar kami mampu dipertemukan kembali melalui radar kami di suatu hari nanti. Amin.

Aku yang selalu menyayangimu, Widi...
Salam Hangat dari Putri...


0 comments:

Post a Comment