Oleh:
Lilih Putri Pratiwi
Sebulan
sudah sejak kau memilih untuk pergi. Ijinkan malam ini aku mengingatmu, bukan
sebagai musuh, bukan sebagai seorang yang pernah aku cintai. Ijinkan aku untuk
mengingatmu sebagai seorang teman. Entah mengapa rasanya malam ini aku ingin
sekali menangis, bukan menangis karena kepergianmu melainkan aku merindukanmu. Betapa
semua sangat terasa berbeda sejak kau tak lagi berada di sisi.
Mungkin
ini hanya rengekan seorang wanita yang sedang merindukan sosok yang dikasihi. Ketika
malam selalu saja hanya sepi yang menemani, kala terbangun hanya bayangan
masalalu yang ada dan ketika beranjak beraktifitas hanyalah sebuah langkah
kecil untuk segera meninggalkan yang telah berlalu.
Bisa apa
aku kini, aku bukanlah orang yang mampu memutar waktu yang sudah berlalu, aku
hanya manusia biasa yang mampu mengenang di waktu yang telah terlewati. Sungguh
waktu yang singkat itu terasa cepat. Aku ingin mengulanginya kembali dan
janganlah pergi jika aku harus melewatinya untuk yang kedua kalinya esok. Tetaplah
bersamaku menemani sisa hidupku melewati kehidupan yang fana ini.
Ah..ini
hanya rengekan seorang wanita yang tak penting di dengar. Namun, ini sebuah
rengekan yang tulus dari seorang wanita yang sejujurnya tak ingin
kehilangannya. Tapi sekali lagi, beginilah realitanya dan aku harus kuat
menerimanya. Rengekan ini bukanlah keluhan atau lenguhan kesalku atas apa yang
terjadi, aku tak pernah menyesal mengenalnya dan aku tak pernah menyesal telah
mencintainya. Tak peduli tentang siapa dirinya. Sungguh hingga detik ini pun
aku masih menyayanginya dengan setulus hati.
Tuhan,
masihkah ada jalanku untuk kembali bersamanya. Jika kau ijinkan, aku percaya
suatu hari nanti akan ada jalanku untuk bahagia bersamanya, namun jika kau tak
ijinkan aku akan menemukan kebahagiaanku dengan yang lain. Jika perasaan ini
salah, bukankah cinta itu anugrah dari-Mu Tuhan. Jika masih ada secercah hati
di hatinya untukku, sambungkan kembali radar kami agar kami mampu dipertemukan
kembali melalui radar kami di suatu hari nanti. Amin.
Aku
yang selalu menyayangimu, Widi...
Salam
Hangat dari Putri...

0 comments:
Post a Comment