Oleh:
Lilih Putri Pratiwi
Lagi
dan lagi malam menjadi puncak pergulatan antara hati dan pikiran yang semakin
tak seimbang ini. Setiap kali aku mengingat kejadian yang pedih itu, hati ini
seperti terkoyak dan terhunus benda tajam yang menikam. Pilu jika mengingat
semua itu. Pedih seperti air garam yang diteteskan pada sudut mata.
Lagi
dan lagi kamu yang datang tanpa diundang dan pergi tanpa dipinta untuk pergi. Kamu
seperti hantu yang bergentayangan dalam benakku. Kumohon, pergilah dari
pikiranku sekarang. Mengingatmu hanya
membuatku semakin pilu dan tak berdaya. Membayangkannya saja aku tak ingin, aku
tak ingin masa-masa indah itu bergelayut riang dalam kepalaku. Aku lelah dan
aku tak ingin mengikutimu dari belakang tanpa dianggap keberadaannya.
Aku hanya
ingin, kau benar-benar berlalu tertinggal di sudut masalaluku yang tak perlu
kembali ke dalam hidupku. Bibir ini memang sanggup untuk tersenyum kecil namun
hatiku sesungguhnya sangatlah murka padamu. Betapa kejinya kau atas sikapmu
yang membiarkanku menari sendiri bersama keindahan yang telah kau ciptakan
untukku.
Ahh,,sudahlah mungkin kau sudah lupa denganku sehingga ku tak perlu
lagi untuk mengharap penyesalanmu atas perlakuanmu padamu. Biarlah waktu yang
akan menghapus semua kenangan antara kita, kenangan yang terlalu rumit dan
menyakitkan ini.

keren campur haru nih postnya..
ReplyDeletesalam kenal. kunjung balik yaa di -->
www.katamiqhnur.com
salam kenal juga yaa..makasih udah sempat berkunjung dan meninggalkan komentar :)..
ReplyDelete