26 September 2014

Lagi, lagi dan lagi

Oleh:
Lilih Putri Pratiwi



Lagi dan lagi malam menjadi puncak pergulatan antara hati dan pikiran yang semakin tak seimbang ini. Setiap kali aku mengingat kejadian yang pedih itu, hati ini seperti terkoyak dan terhunus benda tajam yang menikam. Pilu jika mengingat semua itu. Pedih seperti air garam yang diteteskan pada sudut mata.



Lagi dan lagi kamu yang datang tanpa diundang dan pergi tanpa dipinta untuk pergi. Kamu seperti hantu yang bergentayangan dalam benakku. Kumohon, pergilah dari pikiranku sekarang.  Mengingatmu hanya membuatku semakin pilu dan tak berdaya. Membayangkannya saja aku tak ingin, aku tak ingin masa-masa indah itu bergelayut riang dalam kepalaku. Aku lelah dan aku tak ingin mengikutimu dari belakang tanpa dianggap keberadaannya.

Aku hanya ingin, kau benar-benar berlalu tertinggal di sudut masalaluku yang tak perlu kembali ke dalam hidupku. Bibir ini memang sanggup untuk tersenyum kecil namun hatiku sesungguhnya sangatlah murka padamu. Betapa kejinya kau atas sikapmu yang membiarkanku menari sendiri bersama keindahan yang telah kau ciptakan untukku. 

Ahh,,sudahlah mungkin kau sudah lupa denganku sehingga ku tak perlu lagi untuk mengharap penyesalanmu atas perlakuanmu padamu. Biarlah waktu yang akan menghapus semua kenangan antara kita, kenangan yang terlalu rumit dan menyakitkan ini.

2 comments:

  1. keren campur haru nih postnya..
    salam kenal. kunjung balik yaa di -->
    www.katamiqhnur.com

    ReplyDelete
  2. salam kenal juga yaa..makasih udah sempat berkunjung dan meninggalkan komentar :)..

    ReplyDelete