Oleh:
Lilih Putri Pratiwi
Haruka
menyeka airmatanya yang terus saja menetes sepanjang perjalanan pulang. Mitsuo
sedih dengan kejadian hari ini dan apa yang dilakukan Haruka memang tak
sepenuhnya salahnya. Keadaannya yang membuatnya melakukan hal itu. Dan kini
Haruka sudah mengakui kesalahan dan ia tak tahu harus berbuat apa dengan sepatu
hasil curiannya itu.
“Jangan
kau tangisi lagi, Haru. Kau bukan anak SD yang sedang merengek minta dibelikan
permen bukan.” Mitsuo mencoba menegarkan hati Haruka, Mitsuo menyuruh Haruka
minta maaf dengan Keiko walaupun konsekuensinya yah, apapun itu.
“Aku
takut, Mitsuo.”
“Aku
akan terus bersamamu, Haru. Apapun yang terjadi kuatkan hatimu.”
Mereka pun
segera berpisah ke arah gang yang berbeda. Di dalam rumah, Haruka terus saja
menangis sejadinya. Tindakan paling bodoh yang pernah ia lakukan seumur
hidupnya. Kembali ia melihat sepatu milik Keiko yang benar-benar membuatnya
terpesona sekali. Ia tutup kembali tas gendongnya, sepatu pemberian Mitsuo jauh
lebih berharga dari sepatu milik Keiko yang jelas bukan miliknya.
***
“Hei,
ternyata aku baru tahu di kelas kita ada pencuri. Berani sekali kau curi sepatu
milik Keiko?” kata Chika sambil mendombrak meja.
“Maaf,
kemarin aku khilaf.” Kata Haruka sambil menunduk, ia tak berani sedikit pun
melirik ke arah mata teman-temannya yang sedang memandangnya sinis dan kasihan.
Sedangkan Keiko sedang memikirkan rencana untuk mengerjai Haruka atas apa yang
telah diperbuatnya.
“Hei,
Haru. Sepatumu bagus juga, bolehkah aku pinjam?” tanya Keiko dengan nada tajam.
“Emmm...maaf
Keiko ta..tapi?”
“Baiklah,
kalo kau tak mau pinjamkan sepatumu ada pilihan lain agar aku mau maafkan kamu
atas apa yang kamu perbuat.”
“Baiklah,
Keiko. Katakan saja, apa itu?”
“Selama
dua minggu ke depan, kau harus jadi pembantuku, melayaniku di sekolah,
mengerjakan PR ku. Bagaimana?” kata Keiko sambil tersenyum licik. Mitsuo hanya
mampu melihat dari kejauhan, betapa ia kasihan dengan Haruka, namun inilah
resiko yang harus diterima.
***
“Hai,
sayangku Kiyoshi!” sapa Keiko sambil hendak masuk ke dalam mobilnya. Haruka
terlihat terburu-buru mengikuti Keiko dari belakang membawakan tas gendong yang
berat milik Keiko. Sesaat Kiyoshi memandang ke arah Haruka yang terlihat pucat.
“Ini
Keiko tasmu. Buku tugas-tugasmu sudah aku bawa, akan kukerjakan semua nanti
malam.” Kata Haruka lirih karena ia sedikit lemas.
“Oke,
memang itu sudah tugasmu. Sana pergi jangan dekat-dekat aku, dan rusak
pemandanganku!” bentak Keiko membuat Haruka sedikit kaget dibuatnya.
Haruka
segera pergi meninggalkan Keiko yang terlebih dahulu beranjak dengan mobilnya.
Mitsuo datang dari belakang Haruka, ia menunggu Haruka. Menawarkan boncengan
untuk Haruka. Haruka pun menyambut dengan senang, ia pun pulang diboncengkan
naik sepeda milik Mitsuo. Namun, Kiyoshi masih memandang ke arah Haruka, ia
sedang memikirkan apa yang dilakukan kekasihnya dengan Haruka.
***
Secara diam-diam
Kiyoshi mengamati perilaku Keiko yang jauh dari kata cantik. Kiyoshi kecewa
melihat tingkah Keiko yang begitu semena-mena dengan Haruka. Kiyoshi pun sudah
mengetahui masalah yang sebenarnya melalui Chika sahabat Keiko.
“Kau
tak perlu seperti itu perlakukan temanmu, Keiko.” Kata Kiyoshi lembut, Keiko
malah asik memutar lagu-lagu yang ia dengarkan melalui headset. Kiyoshi menarik
headset dan membuat Keiko terperanjat.
“Kenapa
jadi kau yang marah Kiyoshi?”
“Aku
tak ingin kau mengadili temanmu seperti itu, temanmu sudah secara tulus meminta
maaf dan kembalikan sepatumu.”
“Aku
tak peduli, seorang pencuri akan tetap pencuri makanya aku buat pelajaran dia.”
“Kita
putus saja Keiko.” Kata Kiyoshi segera meninggalkan Keiko. Kiyoshi adalah teman
Haruka sejak ia masih duduk di bangku SMP. Kiyoshi lebih mengenal sosok Haruka
daripada Keiko. Keiko terlihat masih shock saat diputus oleh Kiyoshi. Kiyoshi
melihat Haruka berjalan menuju gerbang sekolah sambil membawa banyak bawaan
milik Keiko. Mitsuo yang melihat kehadiran Kiyoshi justru tak senang akan
kehadiran Kiyoshi.
“Sudahlah,
Haruka. Tak usah lagi kau bawa-bawa milik Keiko.” Kata Kiyoshi sambil merebut
bawaan milik Keiko. Haruka terharu, sekali lagi ada orang yang ternyata masih
peduli dengannya. Kiyoshi, laki-laki yang telah mencuri hatinya sejak dulu
bahkan hingga saat ini.
“Tapi
Kiyoshi, aku sudah janji untuk melakukan ini selama dua minggu ke depan.”
“Sudahlah,
untuk apa kau lakukan ini, seminggu ini kau sudah dipermalukan oleh Keiko. Ayo
pulang denganku.” Kata Kiyoshi sambil menarik lengan Haruka, Keiko berlari
mengejar Kiyoshi yang sudah masuk ke dalam mobil bersama Haruka. Keiko menangis
sejadinya dan Mitsuo mendengus kesal, atas apa yang dilihatnya hari ini.
***
Haruka
bergeming dalam hati, ia seperti sedang mimpi indah. Tidak, tidak Haruka sedang
berada di dunia nyata sedang tidak bermimpi. Lelaki yang duduk di sebelahnya
adalah Kiyoshi. Lelaki yang sudah lama ia dambakan dan kagumi. Mungkinkah Kiyoshi
kini mulai berniat perhatian dengan Haruka? Lalu bagaimana dengan Mitsuo yang
terlebih dahulu menyukai Haruka? Siapakah yang akan dipilih Haruka nanti, tetap
Kiyoshi ataukah Mitsuo??
-bersambung...

0 comments:
Post a Comment