19 October 2014

Flat Shoes (Part 2)

Oleh:
Lilih Putri Pratiwi



Haruka menyeka airmatanya yang terus saja menetes sepanjang perjalanan pulang. Mitsuo sedih dengan kejadian hari ini dan apa yang dilakukan Haruka memang tak sepenuhnya salahnya. Keadaannya yang membuatnya melakukan hal itu. Dan kini Haruka sudah mengakui kesalahan dan ia tak tahu harus berbuat apa dengan sepatu hasil curiannya itu.

“Jangan kau tangisi lagi, Haru. Kau bukan anak SD yang sedang merengek minta dibelikan permen bukan.” Mitsuo mencoba menegarkan hati Haruka, Mitsuo menyuruh Haruka minta maaf dengan Keiko walaupun konsekuensinya yah, apapun itu.

“Aku takut, Mitsuo.”

“Aku akan terus bersamamu, Haru. Apapun yang terjadi kuatkan hatimu.”

Mereka pun segera berpisah ke arah gang yang berbeda. Di dalam rumah, Haruka terus saja menangis sejadinya. Tindakan paling bodoh yang pernah ia lakukan seumur hidupnya. Kembali ia melihat sepatu milik Keiko yang benar-benar membuatnya terpesona sekali. Ia tutup kembali tas gendongnya, sepatu pemberian Mitsuo jauh lebih berharga dari sepatu milik Keiko yang jelas bukan miliknya.
***
“Hei, ternyata aku baru tahu di kelas kita ada pencuri. Berani sekali kau curi sepatu milik Keiko?” kata Chika sambil mendombrak meja.

“Maaf, kemarin aku khilaf.” Kata Haruka sambil menunduk, ia tak berani sedikit pun melirik ke arah mata teman-temannya yang sedang memandangnya sinis dan kasihan. Sedangkan Keiko sedang memikirkan rencana untuk mengerjai Haruka atas apa yang telah diperbuatnya.

“Hei, Haru. Sepatumu bagus juga, bolehkah aku pinjam?” tanya Keiko dengan nada tajam.
“Emmm...maaf Keiko ta..tapi?”

“Baiklah, kalo kau tak mau pinjamkan sepatumu ada pilihan lain agar aku mau maafkan kamu atas apa yang kamu perbuat.”

“Baiklah, Keiko. Katakan saja, apa itu?”

“Selama dua minggu ke depan, kau harus jadi pembantuku, melayaniku di sekolah, mengerjakan PR ku. Bagaimana?” kata Keiko sambil tersenyum licik. Mitsuo hanya mampu melihat dari kejauhan, betapa ia kasihan dengan Haruka, namun inilah resiko yang harus diterima.
***
“Hai, sayangku Kiyoshi!” sapa Keiko sambil hendak masuk ke dalam mobilnya. Haruka terlihat terburu-buru mengikuti Keiko dari belakang membawakan tas gendong yang berat milik Keiko. Sesaat Kiyoshi memandang ke arah Haruka yang terlihat pucat.

“Ini Keiko tasmu. Buku tugas-tugasmu sudah aku bawa, akan kukerjakan semua nanti malam.” Kata Haruka lirih karena ia sedikit lemas.

“Oke, memang itu sudah tugasmu. Sana pergi jangan dekat-dekat aku, dan rusak pemandanganku!” bentak Keiko membuat Haruka sedikit kaget dibuatnya.

Haruka segera pergi meninggalkan Keiko yang terlebih dahulu beranjak dengan mobilnya. Mitsuo datang dari belakang Haruka, ia menunggu Haruka. Menawarkan boncengan untuk Haruka. Haruka pun menyambut dengan senang, ia pun pulang diboncengkan naik sepeda milik Mitsuo. Namun, Kiyoshi masih memandang ke arah Haruka, ia sedang memikirkan apa yang dilakukan kekasihnya dengan Haruka.
***
Secara diam-diam Kiyoshi mengamati perilaku Keiko yang jauh dari kata cantik. Kiyoshi kecewa melihat tingkah Keiko yang begitu semena-mena dengan Haruka. Kiyoshi pun sudah mengetahui masalah yang sebenarnya melalui Chika sahabat Keiko.

“Kau tak perlu seperti itu perlakukan temanmu, Keiko.” Kata Kiyoshi lembut, Keiko malah asik memutar lagu-lagu yang ia dengarkan melalui headset. Kiyoshi menarik headset dan membuat Keiko terperanjat.

“Kenapa jadi kau yang marah Kiyoshi?”

“Aku tak ingin kau mengadili temanmu seperti itu, temanmu sudah secara tulus meminta maaf dan kembalikan sepatumu.”

“Aku tak peduli, seorang pencuri akan tetap pencuri makanya aku buat pelajaran dia.”

“Kita putus saja Keiko.” Kata Kiyoshi segera meninggalkan Keiko. Kiyoshi adalah teman Haruka sejak ia masih duduk di bangku SMP. Kiyoshi lebih mengenal sosok Haruka daripada Keiko. Keiko terlihat masih shock saat diputus oleh Kiyoshi. Kiyoshi melihat Haruka berjalan menuju gerbang sekolah sambil membawa banyak bawaan milik Keiko. Mitsuo yang melihat kehadiran Kiyoshi justru tak senang akan kehadiran Kiyoshi.

“Sudahlah, Haruka. Tak usah lagi kau bawa-bawa milik Keiko.” Kata Kiyoshi sambil merebut bawaan milik Keiko. Haruka terharu, sekali lagi ada orang yang ternyata masih peduli dengannya. Kiyoshi, laki-laki yang telah mencuri hatinya sejak dulu bahkan hingga saat ini.

“Tapi Kiyoshi, aku sudah janji untuk melakukan ini selama dua minggu ke depan.”

“Sudahlah, untuk apa kau lakukan ini, seminggu ini kau sudah dipermalukan oleh Keiko. Ayo pulang denganku.” Kata Kiyoshi sambil menarik lengan Haruka, Keiko berlari mengejar Kiyoshi yang sudah masuk ke dalam mobil bersama Haruka. Keiko menangis sejadinya dan Mitsuo mendengus kesal, atas apa yang dilihatnya hari ini.
***
Haruka bergeming dalam hati, ia seperti sedang mimpi indah. Tidak, tidak Haruka sedang berada di dunia nyata sedang tidak bermimpi. Lelaki yang duduk di sebelahnya adalah Kiyoshi. Lelaki yang sudah lama ia dambakan dan kagumi. Mungkinkah Kiyoshi kini mulai berniat perhatian dengan Haruka? Lalu bagaimana dengan Mitsuo yang terlebih dahulu menyukai Haruka? Siapakah yang akan dipilih Haruka nanti, tetap Kiyoshi ataukah  Mitsuo??


-bersambung...

0 comments:

Post a Comment