20 September 2014

Sapaan Malam Minggu

Oleh:
Lilih Putri Pratiwi



Bagaimana hari-harimu disana, masih terasa menyenangkankah. Bagaimana keadaanmu disana, baik-baik sajakah. Jika malam minggu kini, kau masih saja terasa sepi, bahkan aku merasakan hal yang sama denganmu. Malam-malam terasa sunyi, tiada nada dering telepon memanggil darimu lagi, tiada pesan-pesan singkat  yang sekedar mampir bertegur sapa lagi. Semua hilang dan sirna dalam sekejap, tiada kata bahkan tiada bayangan yang melintas lagi tentang dirimu.

Bagaimana sebegitu mudahnya kau menghilang kini, bahkan aku tak sehebat dirimu yang cepat melupakanku. Bahkan aku masih sering mengingatmu, dan terasa sekali ada  yang hilang seketika saat kau tak ada disisi lagi. Bolehkah, malam minggu ini aku sekedar menyapamu, aku berharap kau baik-baik saja disana.

Mungkin saat ini kau sudah membagi hatimu dengan yang lainnya. Tak mengapa asalkan kau bahagia. Tak mengapa jika aku harus merasakan ini sendirian. Merindukanmu setiap kali aku teringat olehmu. Hanya doa yang mampu kulantunkan untukmu, berharap Tuhan menyampaikan rinduku melalui bahasa kalbu dan melalui radarmu.

Aku tak tahu pasti bagaimana dirimu kini. Aku hanya merasakan apa yang kurasakan. Aku tak peduli kau merasakannya atau tidak, yang jelas aku hanya mampu mengeluarkan sekedar isi hati dan isi kepalaku yang selalu saja mengganjal bila tak kutuangkan dalam kata-kata. Aku takkan datang pada hidupmu lagi, aku tak ingin kau merasakan beban saat aku hadir dalam hidupmu, mungkin kepergianku ini adalah yang kau harapkan. Dan aku akan melakukannya untukmu, Widi.




0 comments:

Post a Comment