29 August 2014

Lelaki Masalalu



Oleh:
Lilih Putri Pratiwi





“Aku mencintaimu bukan karena kau teman mantan kekasihku. Aku mencintaimu karena kau laki-laki bermoral di mataku. Jika aku harus memilih, aku lebih memilih mengenalmu lebih dulu daripada aku mengenal temanmu itu” Kata Puput sambil terus menggenggam tangan laki-laki yang duduk di sampingnya.

“Aku juga berpikir seperti itu, kalau saja kita dipertemukan sedari dulu. Mungkin kisah kita akan berbeda. Akan ada kisah kita yang terukir indah selama hidup kita.” Katanya sambil mengusap kepalaku dengan penuh kelembutan.

Keadaan dan kenyataan memang terkadang tak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Pertemuan antara kau dan aku tak mampu untuk dilanjutkan. Aku menghargai segala keputusanmu.
“Akan ada laki-laki yang akan mencintaimu dengan tulus. Aku tak cukup mampu untuk bertahan dengan keadaan ini, meskipun aku sendiri sebenarnya tersakiti oleh mereka.”

“Sebenarnya aku tidak bisa.” Kataku sambil menahan pilu di hati.
“Bisa pasti bisa, pelan-pelan saja untuk melakukannya. Kamu akan bahagia di saat waktunya tepat.” Kata lelaki masalalu itu.

Aku akan terus kembali ke kehidupan biasaku, seperti sebelum aku mengenalmu lebih dalam dan sebelum aku mulai jatuh cinta denganmu. Semua akan baik-baik saja, demi semua kebaikan akan kukubur dalam-dalam perasaan ini. Perasaanku padamu biarlah hati ini yang menyimpannya dengan rapi. Sebuah senyuman, tatapan indah itu, gerai tawamu, candamu, rindumu padaku bahkan setiap lekukan jemari yang menyatu dengan jemariku akan selalu menjadi kenangan termanis antara aku dan kamu.

“Kau yang menciptakan rasa cinta ini ada dan kau pula lah yang memaksa cinta ini harus berakhir menjadi sebuah kenangan masalalu..”
(Dariku yang mencintaimu)



0 comments:

Post a Comment