Sebelumnya
aku hanya ingin tanya, apa kabarmu boy? Pasti kau akan menjawabnya “Baik” tak
lebih dan tak kurang dari itu. Mungkin itu akibat ulahku sendiri kepadamu. Maaf
atas perlakuanku kepadamu dulu, kau yang selalu berusaha membuatku mati-matian
tersenyum kaku di hadapmu. Aku masih yang terus saja menyimpan rapi tentang
sosok Mr. G dan menganggap tak ada kisah apapun tentangku dan tentangnya.
Dulu
aku memang mencarimu untuk sekedar melepas penatku dari kekejaman hati dari
seseorang yang aku puja. Aku hanya menganggapmu sebagai tempatku berteduh dan
menghindari kekejaman itu. Agar aku mampu menghadapinya dengan lapang dada,
walaupun setiap malam aku hanya mampu menangisinya tanpa memikirkanmu. Sungguh terlalu
kejamkah aku dulu padamu?
Hanya
kata maaf yang mampu kukatakan padamu kini. Kata maaf sudah lebih dari cukup
untukku untuk menebus semua kesalahanku. Kala itu hatiku yang sedang asik
berselingkuh bersama masalalunya, bukan berarti aku tak mencoba untuk belajar
menyayangimu. Aku bahkan juga sempat menyayangimu dan merindukanmu bila lama kita
tak jumpa.
Ah,
sudahlah mengungkitnya tidak akan mengembalikan semua dengan baik. Terima kasih
atas perhatianmu selama kurang lebih satu tahun, terima kasih sudah menjagaku
dengan baik. Maaf ketidakmampuanku tuk membalasnya dengan perasaan yang lebih
dalam untukmu. Maaf atas pengkhianatan hati yang telah kulakukan.
“Semoga ada wanita yang lebih
baik yang akan membuat esok mu lebih bahagia.”
Diary Princess-
0 comments:
Post a Comment