4 May 2014

Maaf Untuk Seorang Teman

Malam ini, gue mau nulis surat dalam postingan gue kali ini. Surat yang berisi permohonan maaf buat seorang teman dan sahabat sewaktu gue SMA. Sahabat yang selalu menghiasi hari-hari saat sekolah waktu SMA dulu. Kini  pada akhirnya,  sangat-sangat membenci gue. Bahkan puluhan gunjingan tentang gue, sudah bersarang di fesbuknya. Ini bukan masalah percintaan, ini murni masalah pertemanan. Mungkin ini akibat sikap yang harus gue rasakan resikonya. Dan inilah keputusan gue.
Dear, temanku...
          Gue tau, gue bukan sahabat yang baik buat lo. Bukan sahabat yang selalu ada buat lo. Bukan pula sahabat yang sempurna buat lo. Gue hanyalah manusia biasa yang juga memiliki perasaan. Tapi percayalah, gue selalu mendoakan kesuksesan buat lo walaupun lo benci banget sama gue saat ini.
          Lo ngerasa gue berubah semenjak kita lulus. Gue yang selalu beralasan diajak maen sama lo, gue yang selalu bilang sibuk mengerjakan tugas, gue yang selalu bilang dengan berjuta alasan biar gue nggak ketemu sama lo. Ya, gue akuin gue jahat sama lo waktu itu.
Selama ini gue selalu bertahan dan mencoba menjadi teman yang baik buat lo. Gue selalu berusaha tersenyum saat gue tau, gunjingan-gunjingan itu lo lontarkan di belakang gue bersama kawan-kawan lo. Gue jadi bahan cacian makian dan tertawaan saat lo tengah asik bergunjing tentang ketidaksempurnaan diri gue yang jauh dari sempurna ini.
          Teman, maafkan untuk sahabatmu ini sahabat yang telah memilih menguraikan rajutan benang persahabatan yang telah dirajut selama 3 tahun. Gue hanya merasa terkekang saat berada di sekitar lo. Gue hampir nggak bisa bernafas untuk merasakan kehidupan gue sendiri. Lo selalu datang untuk kepentinganmu sendiri. Tanpa sadar gue pun tersakiti dan lo merasa terkhianati dengan sikap gue.
          Maaf, bila rasa kecewa lo terhadap gue masih tersimpan dalam hati lo. Gue nggak pernah membenci lo, hanya gue kecewa sama sikap lo di belakang gue. Gue udah terlalu sabar dengan tingkah yang selalu buat gue bergumam dalam hati. Semua sikap lo yang selalu buat gue pengen berkata “gue, muak banget sama lo..!!!”
Maaf, jika gue keterlaluan di mata lo. Tapi sungguh, gue nggak sanggup menahan rasa batin yang sesungguhnya tersiksa selama ini. Kesabaran itu ada batasnya teman. Bersikaplah dewasa, semoga suatu hari kedewasaan akan menuntunmu untuk menghargai sesuatu yang ada di sekitar lo. Maaf, buat semuanya. Terima kasih. J

          

0 comments:

Post a Comment