Masih
saja berharap bertemu dengan seorang laki-laki yang belum kuketahui nama
aslinya itu. Ini kali keduanya aku pulang ke wonosari dalam seminggu. Memang tak
biasanya aku pulang ke rumah seminggu dua kali. Kali ini aku hanya ingin
berharap aku dapat bertemu kembali dengan pemuda yang berparas seperti aktor
Korea Kim Bum.
Teriknya panas sang mentari tak
membuatku menyerah. Pertemuanku dengan laki-laki di dalam bus itu seperti
sebuah takdir. Sebagai seorang wanita yang pemalu, aku hanya dapat terduduk
diam, saat dia duduk dengan gagahnya di sampingku. Sudah berulang kali hal ini
terjadi, dan aku hanya mampu memandangnya dari lirikan mataku.
Aku menunggu kedatangan busku yang
akan membawaku pulang ke rumah. Kali ini suasana terminal tak banyak orang. Hanya
beberapa orang saja. Sepi. Sungguh bukan bus sebenarnya yang aku tunggu,
melainkan pemuda yang telah merampas hatiku dengan mudah hanya dari sebuah
pandangan pertamaku untuknya.
“Sedang
menunggu bus ya?” Seseorang bertanya dengan wajah mirip aktor Kim Bum. Seperti
mimpi di siang bolong. Pertanyaannya hanya ku jawab dengan anggukan pelan
dengan mata masih tertuju padanya. Dia pun tersenyum manis bahkan sangat manis
walau tanpa gula.
“Kenalin
aku Raka.”pemuda itu menyodorkan tangannya ke arahku. Sungguh tak dapat
kupercaya. Ini sungguh-sungguh seperti takdir yang memang telah direncanakan
Tuhan untukku.
“Aku
Wulan.”jawabku dengan senyuman kecil menghias bibirku.
Siang ini sungguh begitu manisnya. Siang
yang begitu panasnya sungguh terasa berbeda. Pemuda itulah alasan mengapa siang
ini berbeda. Kami kembali melakukan perjalanan bersama ke Wonosari, dan duduk di
tempat yang sama. Kini tak lagi hanya lirikan mata saja. Kini ku sudah berani
untuk berbincang-bincang dengannya. Semoga ini awal yang baik. Terima kasih
Tuhan untuk perjalanan kali ini.
(-Princess-)
0 comments:
Post a Comment