29 May 2014

(Flash Fiction) Terminal Cinta

Masih saja berharap bertemu dengan seorang laki-laki yang belum kuketahui nama aslinya itu. Ini kali keduanya aku pulang ke wonosari dalam seminggu. Memang tak biasanya aku pulang ke rumah seminggu dua kali. Kali ini aku hanya ingin berharap aku dapat bertemu kembali dengan pemuda yang berparas seperti aktor Korea Kim Bum.
          Teriknya panas sang mentari tak membuatku menyerah. Pertemuanku dengan laki-laki di dalam bus itu seperti sebuah takdir. Sebagai seorang wanita yang pemalu, aku hanya dapat terduduk diam, saat dia duduk dengan gagahnya di sampingku. Sudah berulang kali hal ini terjadi, dan aku hanya mampu memandangnya dari lirikan mataku.
          Aku menunggu kedatangan busku yang akan membawaku pulang ke rumah. Kali ini suasana terminal tak banyak orang. Hanya beberapa orang saja. Sepi. Sungguh bukan bus sebenarnya yang aku tunggu, melainkan pemuda yang telah merampas hatiku dengan mudah hanya dari sebuah pandangan pertamaku untuknya.
“Sedang menunggu bus ya?” Seseorang bertanya dengan wajah mirip aktor Kim Bum. Seperti mimpi di siang bolong. Pertanyaannya hanya ku jawab dengan anggukan pelan dengan mata masih tertuju padanya. Dia pun tersenyum manis bahkan sangat manis walau tanpa gula.
“Kenalin aku Raka.”pemuda itu menyodorkan tangannya ke arahku. Sungguh tak dapat kupercaya. Ini sungguh-sungguh seperti takdir yang memang telah direncanakan Tuhan untukku.
“Aku Wulan.”jawabku dengan senyuman kecil menghias bibirku.
          Siang ini sungguh begitu manisnya. Siang yang begitu panasnya sungguh terasa berbeda. Pemuda itulah alasan mengapa siang ini berbeda. Kami kembali melakukan perjalanan bersama ke Wonosari, dan duduk di tempat yang sama. Kini tak lagi hanya lirikan mata saja. Kini ku sudah berani untuk berbincang-bincang dengannya. Semoga ini awal yang baik. Terima kasih Tuhan untuk perjalanan kali ini.

(-Princess-)



0 comments:

Post a Comment