10 May 2014

3 Idiots Mencari Cinta

Udah bosen, ngalamin yang namanya penantian??? Tenang-tenang nggak Cuma lo kok yang sedang mengalami penantian. Entah sampai kapan penantian kejombloan akan berakhir. Pengennya sih sebelum lulus, biar nggak galau mau sama siapa besok pas pelwis. *Garuk-garuk tembok.
Kisah ini sedang dialami oleh 3 makhluk ajaib, punya kaki dua, dua tangan, dua telinga dan alhamdulilah punya dua lubang idung yang sama besarnya. Nggak percaya, coba deh jari telunjuk lo masukin ke lubang idung salah satu makhluk tersebut. Ckikikik.
3 makhluk ajaib itu sering disebut-sebut 3 idiots. Mereka udah nggak asing lagi kok di petebebeh. Mahasiswi tingkat akhir yang diam-diam sedang menggalaukan pencarian jati diri jodohnya. Jodohnya yang entah dimana, entah nyungsep di empang, apa hanyut di kali. Semua hanya Tuhan yang tahu. Hihihi.
Kisah ini berawal di suatu hari yang cerah, saking panasnya matahari sangat-sangat teriknya membakar kulit yang sudah hampir hitam. Surti, Ijah dan Ngatini lagi hebring banget. Tau nggak sih lo, apa yang mereka lakukan sampe-sampe membuat semangat mereka tiba-tiba membara seperti api unggun. Hmm...usut punya usut, ternyata tiga makhluk gila ini sedang berencana mengurus surat ijin penelitian di daerah Sleman. Dan berharap bertemu dengan makhluk yang sering disebut laki-laki tulen.
Sesampainya di TKP, lagi-lagi Surti kebelet kentut, Ijah biasa langsung cari tempat duduk dan Ngatini lagi sibuk ngubek-ubek isi tasnya. Dan selang beberapa menit kemudian. Jeng...jeng..jeng seseorang datang dan parkir tepat di depan idung Surti dan Ijah yang lagi ngejogros. Mendadak ada angin segar, dan mata jadi sedikit kinclong dengan kedatangan seorang laki-laki. Kali ini laki-laki normal kok, asli dan tulen bukan laki-laki jadi-jadian. Dan terjadilah percakapan antara Surti dan Ijah.
Surti  : Uuhh,,ayolah mas..basa-basi kek tanya informasi ke gue. (sambil membaca mantra)
Ijah    : Kenalan sono. (Ijah acuh dan cuek bebek)
Mendadak doa Surti kali ini terjawab, mas-mas tak bernama itu datang mendekati Surti dan Ijah.
Mas tanpa nama : Mbak, mau tanya. (Senyum malu-malu sambil garuk-garuk bokong).
Surti : Ohh,, iya mas ada apa?? Dengan senang hati. (Cengengesan sambil agak salting. Dan ikut-ikutan garuk-garuk bokong) hahaha.
Mas tanpa nama : Mbaknya, mau urus surat ijin juga kan??(sambil ngupil)
Surti : Iya, mas. Tapi nyusul. Hehehe. UNY juga ya mas??
Mas tanpa nama : Iya, kebetulan aku anak FIS. Mbak-mbaknya anak apa?
Surti dan Ijah : Teknik dong mas. (dengan sombongnya) hihihi.
          Setelah perbincangan yang nggak jelas selesai, Ngatini pun keluar dengan wajah berbinar-binar. Ngeliat ada gelagat laki-laki kece hombreng. Ngatini pun segera bergabung. Dan pembicaraan tersebut pun segera segera beralih antara mas tanpa nama dan Ngatini. Surti dan Ijah Cuma manggut-manggut kaya lele mangut. Dan akhirnya berlalu begitu saja, diikuti dengan mas tanpa nama yang juga pergi meninggalkan Surti, Ijah dan Ngatini.
          Surti, Ijah dan Ngatini Cuma melongo melihat kepergian mas tanpa nama. Mas tanpa nama mungkinkah kita akan bertemu kembali, di suatu tempat dan waktu yang berbeda. Halaaah....lebaay-lebay kalian semua. Hahaha. Hikmah dari peristiwa tersebut adalah segera lah minta kenalan. Buang jauh gengsi terbesarmu. Kali gengsi tak dapat dikalahkan, maka kalau tak jadi kenalan maka jangan salahkan orang lain. Hahahah,,,,omong opoh toh akuh...oke sekian cerita dari saya. Salam kecup dan salam laos yaaa. J
                                                                                                       


0 comments:

Post a Comment