Udah
bosen, ngalamin yang namanya penantian??? Tenang-tenang nggak Cuma lo kok yang
sedang mengalami penantian. Entah sampai kapan penantian kejombloan akan
berakhir. Pengennya sih sebelum lulus, biar nggak galau mau sama siapa besok
pas pelwis. *Garuk-garuk tembok.
Kisah
ini sedang dialami oleh 3 makhluk ajaib, punya kaki dua, dua tangan, dua
telinga dan alhamdulilah punya dua lubang idung yang sama besarnya. Nggak
percaya, coba deh jari telunjuk lo masukin ke lubang idung salah satu makhluk
tersebut. Ckikikik.
3
makhluk ajaib itu sering disebut-sebut 3 idiots. Mereka udah nggak asing lagi
kok di petebebeh. Mahasiswi tingkat akhir yang diam-diam sedang menggalaukan
pencarian jati diri jodohnya. Jodohnya yang entah dimana, entah nyungsep di
empang, apa hanyut di kali. Semua hanya Tuhan yang tahu. Hihihi.
Kisah
ini berawal di suatu hari yang cerah, saking panasnya matahari sangat-sangat
teriknya membakar kulit yang sudah hampir hitam. Surti, Ijah dan Ngatini lagi
hebring banget. Tau nggak sih lo, apa yang mereka lakukan sampe-sampe membuat
semangat mereka tiba-tiba membara seperti api unggun. Hmm...usut punya usut,
ternyata tiga makhluk gila ini sedang berencana mengurus surat ijin penelitian
di daerah Sleman. Dan berharap bertemu dengan makhluk yang sering disebut
laki-laki tulen.
Sesampainya
di TKP, lagi-lagi Surti kebelet kentut, Ijah biasa langsung cari tempat duduk
dan Ngatini lagi sibuk ngubek-ubek isi tasnya. Dan selang beberapa menit
kemudian. Jeng...jeng..jeng seseorang datang dan parkir tepat di depan idung
Surti dan Ijah yang lagi ngejogros. Mendadak ada angin segar, dan mata jadi
sedikit kinclong dengan kedatangan seorang laki-laki. Kali ini laki-laki normal
kok, asli dan tulen bukan laki-laki jadi-jadian. Dan terjadilah percakapan
antara Surti dan Ijah.
Surti : Uuhh,,ayolah mas..basa-basi kek tanya
informasi ke gue. (sambil membaca mantra)
Ijah : Kenalan sono. (Ijah acuh dan cuek bebek)
Mendadak
doa Surti kali ini terjawab, mas-mas tak bernama itu datang mendekati Surti dan
Ijah.
Mas
tanpa nama : Mbak, mau tanya. (Senyum malu-malu sambil garuk-garuk bokong).
Surti
: Ohh,, iya mas ada apa?? Dengan senang hati. (Cengengesan sambil agak salting.
Dan ikut-ikutan garuk-garuk bokong) hahaha.
Mas
tanpa nama : Mbaknya, mau urus surat ijin juga kan??(sambil ngupil)
Surti
: Iya, mas. Tapi nyusul. Hehehe. UNY juga ya mas??
Mas
tanpa nama : Iya, kebetulan aku anak FIS. Mbak-mbaknya anak apa?
Surti
dan Ijah : Teknik dong mas. (dengan sombongnya) hihihi.
Setelah perbincangan yang nggak jelas
selesai, Ngatini pun keluar dengan wajah berbinar-binar. Ngeliat ada gelagat
laki-laki kece hombreng. Ngatini pun segera bergabung. Dan pembicaraan tersebut
pun segera segera beralih antara mas tanpa nama dan Ngatini. Surti dan Ijah Cuma
manggut-manggut kaya lele mangut. Dan akhirnya berlalu begitu saja, diikuti
dengan mas tanpa nama yang juga pergi meninggalkan Surti, Ijah dan Ngatini.
Surti, Ijah dan Ngatini Cuma melongo
melihat kepergian mas tanpa nama. Mas tanpa nama mungkinkah kita akan bertemu
kembali, di suatu tempat dan waktu yang berbeda. Halaaah....lebaay-lebay kalian
semua. Hahaha. Hikmah dari peristiwa tersebut adalah segera lah minta kenalan. Buang
jauh gengsi terbesarmu. Kali gengsi tak dapat dikalahkan, maka kalau tak jadi
kenalan maka jangan salahkan orang lain. Hahahah,,,,omong opoh toh akuh...oke
sekian cerita dari saya. Salam kecup dan salam laos yaaa. J
0 comments:
Post a Comment