23 April 2014

Ku Benci Mengingatmu

Sesosok yang pernah singgah di hidup gue itu, terkadang selalu muncul dalam pikiran gue. Meskipun gue udah berulang kali mencoba mengusir secara paksa bahkan secara kasar, terkadang pikiran itu selalu menggelayut dalam benak gue.
Gue hanya nggak mau, langkah demi langkah gue menuju masa depan terkadang terhenti pada sosok di masalalu. Gue benci. Benci banget ketika kenangan-kenangan manis itu bergelayut sambil menari-nari bebas dalam memori-memori yang tak mungkin terhapus waktu.
Sosok yang selalu ingin gue lupakan bahkan tak ingin kembali gue mengingatnya. Bagi gue, semua keindahan hanyalah fatamorgana sesaat yang menghiasi memori gue, bagaikan sekedar bunga tidur. Semua sudah usai, semua telah berlalu. Tak ingin sosok itu selalu bertamu di tengah-tengah kehampaan di sudut hati yang terluka.
Luka ini memang sudah lama. Bahkan, saat kau mendua bersamanya. Gue ikhlas, sungguh gue sangat mengikhlaskan kepergian lo dari hidup gue. Lo, emang nggak seharusnya ada di hidup gue ini. Terlalu sakit buat lo datang ke hidup gue. Bahkan untuk sekedar mengingat memori-memori indah yang pernah terlukis indah bersamamu.
*Tiada ingin lagi, memberimu tempat untuk mengingatmu di setiap rongga-rongga memori yang pernah terekam.

Maaf, teruntuk hatiku yang belum bisa memaafkan.

0 comments:

Post a Comment