Sesosok yang pernah singgah di hidup gue itu,
terkadang selalu muncul dalam pikiran gue. Meskipun gue udah berulang kali
mencoba mengusir secara paksa bahkan secara kasar, terkadang pikiran itu selalu
menggelayut dalam benak gue.
Gue hanya nggak mau, langkah demi langkah gue
menuju masa depan terkadang terhenti pada sosok di masalalu. Gue benci. Benci banget
ketika kenangan-kenangan manis itu bergelayut sambil menari-nari bebas dalam
memori-memori yang tak mungkin terhapus waktu.
Sosok yang selalu ingin gue lupakan bahkan tak
ingin kembali gue mengingatnya. Bagi gue, semua keindahan hanyalah fatamorgana
sesaat yang menghiasi memori gue, bagaikan sekedar bunga tidur. Semua sudah
usai, semua telah berlalu. Tak ingin sosok itu selalu bertamu di tengah-tengah
kehampaan di sudut hati yang terluka.
Luka ini memang sudah lama. Bahkan, saat kau
mendua bersamanya. Gue ikhlas, sungguh gue sangat mengikhlaskan kepergian lo
dari hidup gue. Lo, emang nggak seharusnya ada di hidup gue ini. Terlalu sakit
buat lo datang ke hidup gue. Bahkan untuk sekedar mengingat memori-memori indah
yang pernah terlukis indah bersamamu.
*Tiada ingin lagi, memberimu tempat untuk mengingatmu
di setiap rongga-rongga memori yang pernah terekam.
Maaf, teruntuk hatiku yang belum bisa memaafkan.
0 comments:
Post a Comment