8 August 2014

Kopi Susu



Oleh:
Lilih Putri Pratiwi




Aku menatap dua buah cangkir yang sudah tersedia di hadapanku. Satu milikku dan satunya lagi milik seorang pemuda bernama Erwin. Kali ini aku seperti sedang bereksperimen pada diriku sendiri. Kali pertamanya aku memberanikan untuk memesan segelas kopi susu.

Aku adalah seorang wanita yang tidak begitu suka dengan minuman kopi, walaupun kopi itu mau dicampur gula, coklat bahkan susu sekalipun. Bagiku kopi ya kopi, minuman aneh dengan rasa pahit kemanisan. Entah kenapa aku memang tidak menyukai rasa pahit dari kopi itu sendiri.
“Sudah lama sekali kita sudah tidak pernah berjumpa. Kau masih terlihat sama cantiknya.” Kata Erwin sedikit menggombal, aku hanya membuat simpul enjepan dari bibirku. Erwin hanya terkekeh geli.

“Kau juga masih sama, masih tukang gombal." kataku tak ingin kalah.
Aku mengakui sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Erwin. Erwin adalah sepupu dari temanku yang sedang dekat denganku. Entah kenapa akhir-akhir ini sedang mengisi hari-hariku semenjak kita sudah lama sekali tak bertemu bahkan tak saling berkomunikasi selama lima tahun semenjak kami lulus SMA.
***
Erwin mulai menyeruput kopi susunya dengan lahap sedangkan aku masih saja memandangi gelas yang sedari tadi belum sama sekali aku sentuh. Aku tahu kopi susuku saat ini sudah mulai mendingin. Karena sudah sekitar setengah jam terseduh di atas meja. Aku mulai memegang gelasku dan hanya aku putar-putar tak jelas. Sedangkan sepasang mata tanpa kusadari sedari tadi mengawasiku dengan senyuman manisnya. Aku tak berani menatapnya balik.

“Kalo kau tak suka kopi susu kenapa nggak pesan yang lain, masih banyak minuman yang lebih manis lainnya?” Tanya Erwin menyeringai, aku hanya tersenyum. Kali ini aku ingin menikmati segelas kopi susu ini bersama seorang yang special malam ini. berharap rasa kopi susu ini tak sepahit yang pernah aku cicipi dulu.

“Ohh, siapa juga yang nggak suka kopi susu. Aku suka kok.” Kataku sambil memulai mengangkat gelas berisi kopi susu. Aku meneguk kopi susu dengan pelan-pelan, tiba-tiba mataku dengan mata Erwin saling bertatap. Manis.

Entah kenapa rasa kopi susu malam ini berubah menjadi begitu manis tanpa ada rasa pahit sedikitpun. Mungkinkah sang pembuat telah mencampurkan beberapa sendok gula ke dalam gelas kopi susuku. Atau hanya ini sugesti saja dariku karena aku bersama seseorang yang mampu menaklukkan hatiku. Bahkan dia mampu menaklukkan kopi susu yang pahit menjadi begitu manis di lidahku. Dan ini kali pertamanya, aku menganggap rasa kopi susu ini manis tanpa rasa pahit.

SELESAI


0 comments:

Post a Comment