12 August 2014

(Flash Fiction) Aku dan Sepotong Kue Tart



Oleh:
Lilih Putri Pratiwi






`Aku terdiam sejenak, memanjatkan doa untuk segala kebaikan Tuhan yang diberikan untukku. Aku masih diberi waktu untuk terus menghirup udara segar di dunia ini. Doa kali ini masih sama seperti tahun sebelumnya.

Aku membuka sebuah bungkusan kardus kecil yang kubeli di minimarket sepulang kerja. Hari ini tepat usiaku dua puluh lima tahun. Aku tak merayakannya bersama teman-teman, tak ada pesta apapun dikamar kost sederhana ini, hanya aku bersama bayanganku. 

“Selamat Ulang Tahun, Nayla.” Kataku lirih sambil berusaha tegar menyambut ulang tahunku sendiri.

Hujan deras di luar membuat nuansa di kamar kost sedikit syahdu. Aku mulai menyalakan lilin berbentuk angka 25 diatas kue tart. Hati tak mampu berbohong, kesendirian ini benar-benar mengusik hatiku yang sepi. Ingin sekali aku dapat merayakannya bersama seseorang yang kukasihi.
Aku meniup lilin berbentuk angka dua puluh lima. Dilanjutkan memejamkan mata untuk berdoa sejenak. Kali ini aku ingin ini terkahir kalinya aku merayakan ulang tahunku sendirian. Aku ingin seseorang nanti menemani hidupku, memberikan kejutan surprise saat aku ulang tahun nanti. Agar aku tak bingung lagi kepada siapa aku akan memberikan sepotong kue tart pertama ini.

“Sepotong kue tart tahun ini akan kuberikan kepadamu, Nayla.” Kataku sambil melahap potongan kue tart yang baru saja kupotong. Aku melahapnya tentu dengan butiran airmata yang sedari tadi menetes deras di pipiku.
                                                                                                                               
SELESAI


0 comments:

Post a Comment