Oleh:
`Aku
terdiam sejenak, memanjatkan doa untuk segala kebaikan Tuhan yang diberikan
untukku. Aku masih diberi waktu untuk terus menghirup udara segar di dunia ini.
Doa kali ini masih sama seperti tahun sebelumnya.
Aku
membuka sebuah bungkusan kardus kecil yang kubeli di minimarket sepulang kerja.
Hari ini tepat usiaku dua puluh lima tahun. Aku tak merayakannya bersama
teman-teman, tak ada pesta apapun dikamar kost sederhana ini, hanya aku bersama
bayanganku.
“Selamat
Ulang Tahun, Nayla.” Kataku lirih sambil berusaha tegar menyambut ulang tahunku
sendiri.
Hujan
deras di luar membuat nuansa di kamar kost sedikit syahdu. Aku mulai menyalakan
lilin berbentuk angka 25 diatas kue tart. Hati tak mampu berbohong, kesendirian
ini benar-benar mengusik hatiku yang sepi. Ingin sekali aku dapat merayakannya
bersama seseorang yang kukasihi.
Aku meniup
lilin berbentuk angka dua puluh lima. Dilanjutkan memejamkan mata untuk berdoa
sejenak. Kali ini aku ingin ini terkahir kalinya aku merayakan ulang tahunku
sendirian. Aku ingin seseorang nanti menemani hidupku, memberikan kejutan
surprise saat aku ulang tahun nanti. Agar aku tak bingung lagi kepada siapa aku
akan memberikan sepotong kue tart pertama ini.
“Sepotong
kue tart tahun ini akan kuberikan kepadamu, Nayla.” Kataku sambil melahap
potongan kue tart yang baru saja kupotong. Aku melahapnya tentu dengan butiran
airmata yang sedari tadi menetes deras di pipiku.
SELESAI
.jpg)
0 comments:
Post a Comment