12 July 2014

Semburat Cerita Di Masa Lampau


Masih ingatkah kamu waktu itu?
Ketika kita bertemu disela-sela waktu mudik pasca PImu, ketika kita marahan gara-gara hadirnya seseorang diantara kita, ketika kita akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan masalah itu dengan berbicara empat mata usai kesibukanku di kosku yang dulu :D, AKU MASIH INGAT DAN AKAN TETAP INGAT

Dan tahun ini, giliran aku yang meminta untuk berbicara empat mata seperti 2 tahun lalu itu, tapi kamu malah enggan untuk memberi kepastian, :'(
Sekarang, kita serasa tak pernah merasakan "kita" seperti waktu itu.
Mas Bawel, aku nggak tahu apakah kamu akan membaca note-ku ini atau memang sudah tak perdulikan aku, tapi aku selalu mengingat kata-katamu
"Aku mau kamu jadi teman yang masih mau tuk menemaniku sekedar menikmati nasgor ataupun duduk berdua menikmati suasana pantai di malam hari...". Mungkin ini gila, tapi inilah faktanya, aku sadar bahwa 2014 bukanlah 2012. Tapi aku berhak berharap masih ada 12 Juli 2015 kan? :-)

Seandainya aku sudah menemukan penggantimu mungkin note ini takkan pernah tercipta, tapi anehnya "engkau masih yang terindah".
Jujur, aku merindukan masa itu, masa dimana aku selalu mendengar kabarmu di setiap hariku, masa dimana aku bisa tersenyum di setiap hariku,
Jika Tuhan mengizinkan, dekatkanlah...
Aku kangen kamu :') #MRA , Semoga kamu selalu dalam rahmat-Nya ya mas bawel :-) . Aammiin..
From : Dek Bawel :'D

          Buat orang yang nulis ini rasanya pengen ane kepret nih biar jadi orang nggak sok ngerasa paling penting dan memutarkan fakta terpenting yang sebenernya. Kata-kata diatas yang tercetak tebal itu, buat ane jadi tergelitik buat berkomentar. Tapi biar ane nggak ikutan lebay dan nggak dianggap gila, ane mau membahasnya disini.
          Cerita itu memang benar adanya, terutama untuk kalimat yang udah ane cetak tebal. Cerita itu terjadi di saat semester 4. Ane menjalin hubungan sama seorang laki-laki kementhus yang tidak bertanggung jawab atas tindak pehape.nya. saat kita sudah mengucap saling sayang, muncul wanita kedondong yang ngerasa ane ngerebut pacar dia. (kapan jadiannya ya?)
Sempet shock...
          Padahal aslinya, jelas-jelas dia cemburu dan marah saat laki-laki yang dia suka ternyata mengabaikan perasaannya. Dan tahu deket sama ane..kok bisa sekarang dia menulis dan menuding ane sebagai seseorang yang ngebuat mereka marahan. Kesannya ane udah merebut tuh laki-laki. Padahal dulu, laki-laki kementhus itu nemuin dia juga karna restu ane buat nemuin dia untuk nyelesein masalah yang seharusnya nggak perlu terjadi. Biar dia nggak merengek-merengek di sosmed, menuh-menuhin beranda.
NB: Catatan diatas merupakan catatan seorang wanita di sebuah sosmed dan ane copas langsung dengan lengkap.

Pelajaran banget buat ane sendiri, dari pengalaman yang udah ane alamin dari masalah yang dulu terjadi. Ini masalah nggak penting banget bahkan sangat-sangat nggak penting, sehingga ane nggak mau buat masalah baru. Hanya karena ulah seorang wanita yang bertepuk sebelah tangan akan cintanya terhadap seorang laki-laki.

Diary Princess-


0 comments:

Post a Comment