Masih
ingatkah kamu waktu itu?
Ketika
kita bertemu disela-sela waktu mudik pasca PImu, ketika kita marahan gara-gara
hadirnya seseorang diantara kita, ketika kita akhirnya memutuskan untuk
menyelesaikan masalah itu dengan berbicara empat mata usai kesibukanku di kosku
yang dulu :D, AKU MASIH INGAT DAN AKAN TETAP INGAT
Dan tahun ini, giliran aku yang
meminta untuk berbicara empat mata seperti 2 tahun lalu itu, tapi kamu malah
enggan untuk memberi kepastian, :'(
Sekarang, kita serasa tak
pernah merasakan "kita" seperti waktu itu.
Mas Bawel, aku nggak tahu
apakah kamu akan membaca note-ku
ini atau memang sudah tak perdulikan aku, tapi aku selalu mengingat kata-katamu
"Aku mau kamu jadi teman
yang masih mau tuk menemaniku sekedar menikmati nasgor ataupun duduk berdua
menikmati suasana pantai di malam hari...". Mungkin ini gila, tapi inilah
faktanya, aku sadar bahwa 2014 bukanlah 2012. Tapi aku berhak berharap masih
ada 12 Juli 2015 kan? :-)
Seandainya aku sudah menemukan
penggantimu mungkin note ini
takkan pernah tercipta, tapi anehnya "engkau masih yang terindah".
Jujur, aku merindukan masa itu,
masa dimana aku selalu mendengar kabarmu di setiap hariku, masa dimana aku bisa
tersenyum di setiap hariku,
Jika Tuhan mengizinkan,
dekatkanlah...
Aku kangen kamu :') #MRA ,
Semoga kamu selalu dalam rahmat-Nya ya mas bawel :-) . Aammiin..
From : Dek Bawel :'D
Buat orang yang nulis ini rasanya pengen ane kepret nih
biar jadi orang nggak sok ngerasa paling penting dan memutarkan fakta
terpenting yang sebenernya. Kata-kata diatas yang tercetak tebal itu, buat ane
jadi tergelitik buat berkomentar. Tapi biar ane nggak ikutan lebay dan nggak dianggap
gila, ane mau membahasnya disini.
Cerita itu memang benar adanya, terutama untuk kalimat yang
udah ane cetak tebal. Cerita itu terjadi di saat semester 4. Ane menjalin
hubungan sama seorang laki-laki kementhus yang tidak bertanggung jawab atas
tindak pehape.nya. saat kita sudah mengucap saling sayang, muncul wanita
kedondong yang ngerasa ane ngerebut pacar dia. (kapan jadiannya ya?)
Sempet shock...
Padahal aslinya, jelas-jelas dia cemburu dan marah saat
laki-laki yang dia suka ternyata mengabaikan perasaannya. Dan tahu deket sama
ane..kok bisa sekarang dia menulis dan menuding ane sebagai seseorang yang
ngebuat mereka marahan. Kesannya ane udah merebut tuh laki-laki. Padahal dulu,
laki-laki kementhus itu nemuin dia juga karna restu ane buat nemuin dia untuk
nyelesein masalah yang seharusnya nggak perlu terjadi. Biar dia nggak
merengek-merengek di sosmed, menuh-menuhin beranda.
NB: Catatan diatas
merupakan catatan seorang wanita di sebuah sosmed dan ane copas langsung dengan
lengkap.
Pelajaran banget buat
ane sendiri, dari pengalaman yang udah ane alamin dari masalah yang dulu
terjadi. Ini masalah nggak penting banget bahkan sangat-sangat nggak penting,
sehingga ane nggak mau buat masalah baru. Hanya karena ulah seorang wanita yang
bertepuk sebelah tangan akan cintanya terhadap seorang laki-laki.
Diary Princess-
0 comments:
Post a Comment