Aku
kembali dengan membawa segenap hatiku. Kesedihan, kekecewaan, kebencian,
keputus-asaan telah kuletakkan jauh-jauh di sudut masalalu yang semakin
tertinggal. Luka yang bernanah itu telah mengering tak berbekas. Kebencian hati
yang membutakan mata batin perlahan kian lenyap seiring berjalannya sang waktu.
Aku pun
termangu, menunggu....
Kini kau pun datang menawarkan
segala keindahan yang mampu kau lakukan. Perlahan hatiku mulai tergelitik ingin
terjun merasakan keindahan yang kau tawarkan. Kau mampu buatku berarti dan
berharga kembali, hingga guratan-guratan simpul senyum kembali menghiasi rona
wajahku.
“Tunggulah
aku kembali ke kotamu.” Kata seorang pemuda yang kini menjadi sebuah angan dan
harapan baru itu. Aku akan menunggumu jika memang harus menunggu, ku letakkan
sebuah harapan kepadamu. Harapan untuk sebuah harapan yang sederhana, harapan
untuk sebuah kebahagiaan, harapan untuk pembangkit jiwa di masa datang dan
harapan untuk sekeping hati yang saling melengkapi,
“Aku akan menunggumu disini, kembali
dikotaku dan kotamu.”
Diary Princess-
0 comments:
Post a Comment