Oleh:
Lilih
Putri Pratiwi
Kamu iya kamu yang akhir-akhir ini
memenuhi rongga kepalaku, bahkan tak hentinya berdoa untuk semua kebaikan yang
akan kita lalui. Aku mendoakanmu dalam tiap bait-bait doa yang tak pernah
henti. Aku mendambakanmu sebagai calon imamku kelak. Tuhan, bolehkah aku
memohon ini semua? Kuinginkan dia jadi imamku untuk selalu menuntunku pada
jalan-Mu selalu.
Hei, kamu tahukah aku mulai jatuh
hati pada perjumpaan pertama lebaran ini. kamu seperti sosok yang indah yang
tak pernah kubayangkan keberadaannya. Kamu memikat hatiku meski kau tak pernah
ikat hatiku dengan seutas tali. Kamu bagai harapan-harapan indah yang hadir
dalam hidupku yang sejenak aku merasakan kehampaan tak jelas.
Aku ingin kamulah satu-satunya orang
yang akan kulabuhkan seluruh harapan ini. Aku ingin kau bingkaikan aku pada
hatimu, dimanapun kau berpijak dan melangkahkan kakimu. Cukup kali ini, aku
ingin kamu yang terakhir. Terakhir buat diriku dalam hidup kita. Semoga Allah
selalu mendengar doa-doa kita, doa-doa kamu dan aku.
“Aku berharap kamu yang terakhir dalam hidupku.”
Diary Princess-
0 comments:
Post a Comment