Oleh:
Lilih
Putri Pratiwi
Kembali aku seperti sedang
mengenang sesuatu di tahun lalu. Seorang lelaki tanpa hati baik yang dulu
dengan bangganya memamerkan sebuah foto kemesraan bersama dia. Iya, dia wanita
yang tadi siang mendadak mengirimkan pesannya kepadaku. Seorang wanita yang
ternyata tak mengetahui apapun tentang orang yang dia cinta.
Lelaki di masalalu yang telah
menorehkan luka lebih dari sekedar terluka akibat tajamnya pisau. Sudah. Rasanya
aku tak ingin memberitahumu tentangnya. Namun, sebagai seorang wanita yang
menyimpan kenangan tak indah ini ingin kamu tahu, ingin kamu mengerti di balik
kebahagiaanmu bersamanya ada seorang wanita biasa yang sedang menangisi
kepergian kekasihnya saat itu.
Gila..memang kalian gila itu yang
ingin aku katakan saat itu. Saat hati merapuh tak berdaya, kalian justru
seenaknya mengumbar kemesraan yang tak seharusnya dipertontonkan. Namun, Tuhan
Maha tahu, saat hati ini rapuh, aku selalu di beri kekuatan hati untuk tetap
tegar dan segera menghentikan tangisanku yang tak seharusnya ada.
Terluka itu sudah pasti, bukankah
aku sudah mengalah untuk kalian, tanpa aku merecoki hubungan kalian. Hubungan yang
terlihat indah yang pada akhirnya hanya sekali lagi “ korban perasaan”. Sampai kapan lagi lelaki berbungkus kelembutan
itu akan membuka topeng aslinya. Dan berhenti menyakiti hati yang tak
seharusnya disakiti.
Sekali lagi, aku sudah tak tertarik
untuk memikirkannya, ini hanya sebuah pengungkapan dan realita yang terjadi
dulu. Waktu memang selalu adil dalam membuktikan segala sesuatu entah itu hal
menyenangkan bahkan hal yang terpahit sekalipun. Sekarang aku sudah lega dan
sudah tidak seperti orang yang bersembunyi lagi.
“Dalam
setiap kejadian, entah itu bahagia atau sedih selalu ada hikmah yang perlu
diambil. Dan aku sudah mengambil hikmah itu. Aku sudah melangkahkan kaki untuk
terus ke depan tanpa perlu lagi menoleh ke belakang. Aku percaya Tuhan akan
menggantikannya dengan yang lebih indah.”
Diary Princess-
0 comments:
Post a Comment