26 July 2014

Dia, wanita itu



Oleh:
Lilih Putri Pratiwi

          Kembali aku seperti sedang mengenang sesuatu di tahun lalu. Seorang lelaki tanpa hati baik yang dulu dengan bangganya memamerkan sebuah foto kemesraan bersama dia. Iya, dia wanita yang tadi siang mendadak mengirimkan pesannya kepadaku. Seorang wanita yang ternyata tak mengetahui apapun tentang orang yang dia cinta.
            Lelaki di masalalu yang telah menorehkan luka lebih dari sekedar terluka akibat tajamnya pisau. Sudah. Rasanya aku tak ingin memberitahumu tentangnya. Namun, sebagai seorang wanita yang menyimpan kenangan tak indah ini ingin kamu tahu, ingin kamu mengerti di balik kebahagiaanmu bersamanya ada seorang wanita biasa yang sedang menangisi kepergian kekasihnya saat itu.
            Gila..memang kalian gila itu yang ingin aku katakan saat itu. Saat hati merapuh tak berdaya, kalian justru seenaknya mengumbar kemesraan yang tak seharusnya dipertontonkan. Namun, Tuhan Maha tahu, saat hati ini rapuh, aku selalu di beri kekuatan hati untuk tetap tegar dan segera menghentikan tangisanku yang tak seharusnya ada.
            Terluka itu sudah pasti, bukankah aku sudah mengalah untuk kalian, tanpa aku merecoki hubungan kalian. Hubungan yang terlihat indah yang pada akhirnya hanya sekali lagi “ korban perasaan”. Sampai kapan lagi lelaki berbungkus kelembutan itu akan membuka topeng aslinya. Dan berhenti menyakiti hati yang tak seharusnya disakiti.
            Sekali lagi, aku sudah tak tertarik untuk memikirkannya, ini hanya sebuah pengungkapan dan realita yang terjadi dulu. Waktu memang selalu adil dalam membuktikan segala sesuatu entah itu hal menyenangkan bahkan hal yang terpahit sekalipun. Sekarang aku sudah lega dan sudah tidak seperti orang yang bersembunyi lagi.

“Dalam setiap kejadian, entah itu bahagia atau sedih selalu ada hikmah yang perlu diambil. Dan aku sudah mengambil hikmah itu. Aku sudah melangkahkan kaki untuk terus ke depan tanpa perlu lagi menoleh ke belakang. Aku percaya Tuhan akan menggantikannya dengan yang lebih indah.”

Diary Princess-

0 comments:

Post a Comment