Oleh:
Lilih Putri Pratiwi
Ini
ceritaku sewaktu Shubuhan kemarin pagi. Aku segera melangkahkan kakiku keluar
dari mushola yang saat itu senja belum menampakkan diri dengan baik. Mata masih
terasa pedih, sisa tidur semalam yang belum begitu terobati rasa kantuknya.
Memaksa untuk terbangun, karena untuk sahur dan melanjutkan shubuhanku di
mushola seperti rutinitas wajibku selama ramadhan.
Aku melihat di sudut pojok rumah
tetangga yang tak jauh dari mushola. Aku menganggap ini aneh, karena saat
shubuh menjelang tak banyak anak-anak kecil yang meluangkan waktunya shubuhan
di Mushola. Apalagi akhir-akhir ini, Jogja seperti negara Eropa yang dinginnya
hampir mirip dengan kutub. Anak kecil itu hanya memakai celana pendek dan kaos
tanpa lengan dan itu pun semua berwarna putih.
Aku sendiri tak mengenal sosok
anak-anak yang diduga anak laki-laki, yang sedang berdiri memandang ke arahku
seperti sedang menunggu sesuatu, sambil menggerakkan tangan dan kakinya. Aku tak
mampu melihat wajahnya dengan baik, mungkin akibat mataku yang memang terbatas
jarak pandangnya yang ada hanya sedikit kabur saat aku mencoba berkonsentrasi
melihatnya.
Aku pun memberanikan bertanya kepada
ibuku, yang juga shubuhan bersamaku waktu itu. Ketika aku menanyakan hal yang
sedikit di luar nalar ini. ibu hanya mampu berkata “Aku tidak melihat apapun
disana, lagian mana mungkin masih gelap dan dingin kayak gini ada anak kecil
sendirian berdiri di sudut rumah.”
Mendengar penjelasan dari ibu, aku
langsung berpikir mungkinkah yang aku lihat adalah sosok yang di luar nalar
alias sosok ghaib. Entahlah, aku mencoba berpikir positif sepanjang pulang ke
rumah. Dan berharap itu hanya benar-benar seorang anak kecil yang tinggal di desaku.
“ Sampai
saat ini aku pun masih penasaran , benarkah anak kecil itu masih salah satu
dari anak tetanggaku?? aku pun tak yakin akan hal itu.”
*Mendadak merinding juga
nulisnya,,,,hiii.....
.jpg)
tes
ReplyDelete