2 June 2014

Mimpi Bertemu Kawan Yang Sudah Tiada




Pagi ini seperti biasa, sembari aku menghela nafas. Aku mencoba mengingat kembali mimpi yang baru saja terjadi. Ini mimpiku yang ketiga kali. Dan ketiga kalinya juga bermimpi bertemu dengan seorang teman lama, temanku saat SMP yang sudah menghadap sang ilahi sewaktu masih kelas 2 SMA, akibat terjatuh. (Nggak tau pasti juga, kabar yang sebenarnya gimana).

Pertama, aku bermimpi dengan makna dia minta maaf. Aku juga heran kenapa harus meminta maaf. Mungkin terakhir dalam sebuah candaan, memang aku sedikit marah waktu itu. Dalam mimpi tersebut aku sempat bersalaman dan merasakan tangannya sangatlah dingin. Dia lalu berlari setelah aku menyadari bahwa dia sudah tidak lagi di dunia ini. Dalam mimpi tersebut, aku bertemu dia di SMP.

Kedua, aku sedikit lupa-lupa ingat dengan mimpi keduaku ini. Karena dalam mimpi ini terlalu abstrak jadi aku bingung. Pada intinya, lagi-lagi aku bertemu dengan temanku itu. Temanku selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, sampai akhirnya karena aku merasa risi, aku pun menegurnya mengapa harus terus mengikutiku. Dalam mimpi ia berkata “aku Cuma pengen ikut kamu Lih”. Ahh..entahlah kenapa jadi mimpi kayak gitu.

Ketiga, pagi ini aku baru inget kalau aku baru aja mimpi ketemu dia lagi. Kali ini aku mimpi sedang naek bus dengan tujuan nggak jelas, dalam satu bus bersama teman-teman, tapi aku nggak inget siapa saja temanku dalam satu bus itu. Yang kuingat adalah lagi-lagi temanku yang sudah tiada itu duduk di dekatku. Aku melihat seperti nyata, dia sedang menggambar sesuatu, entah menggambar apa. Tiba-tiba aku teriak kepada sopir karena bus melaju sudah melewati rumahku. Bus itu segera berhenti, dan aku pun turun, lagi-lagi temanku mengikutiku dengan ikut turun juga masih sambil menggambar. Dan setelah itu aku nggak inget lagi dan akhirnya aku pun terbangun.

Buat temanku Rian, semoga kamu tenang di alam sana. Aku nggak tahu makna dari aku selalu mimpi ketemu kamu. Mungkin sudah lama sekali, aku sudah tak berdoa untukmu. Terima kasih untuk permohonan maafmu, walau hanya dari mimpi. Aku sudah memaafkanmu bahkan sebelum kamu minta maaf. 


0 comments:

Post a Comment