24 March 2014

Skripsi Oh Skripsi

Ketika sebuah kurikulum baru, hampir merenggut masa depan mahasiswa tingkat akhir buat lulus tepat waktu. Akankah kegalauan mahasiswa tingkat akhir hanya menjadi kontroversi tanpa diberikan solusi yang berarti???”
            Gue ngerasain banget gimana rasanya kegalauan di tengah skripsi. Gue pengen banget nyubit pipi gue lama. Pengen ini semua Cuma mimpi bukan realita kehidupan yang mesti gue hadapin. Kata pepatah yang dulu gue sempet denger yang pada intinya kalo idup gak penuh tantangan atau hambatan, itu namanya bukan hidup. Kenapa bisa begitu??? Yaiyalah namanya aja orang hidup, pasti banyak masalah, mau dia kaya sekalipun.
            Gue ngalamin fase kegalauan tingkat akut kedua, sebelumnya di semester tiga setelah praktek industri, gue terancam mengulang praktek industri di tahun depan. Yang diakibatkan karena kegoblokan gue sendiri, yang kurang paham dengan apa yang gue lakuin selama praktek industri. Dan di semester delapan kali ini, gue bener-bener ngalamin hal kayak itu lagi. Gue terancam terhambat dalam arti kata kelulusan yang lancar tanpa masalah.
            Masalah ini karena skripsi gue, yang mendadak adanya kurikulum 2013 yang bener-bener skak match banget buat gue. Gue pengen banget curhat sama ALLAH, segera jauhkan aku dari masalah yang seharusnya nggak ada ini. Tapi gue yakin banget, kehidupan yang gue lakuin ini sudah kehendak dari yang maha kuasa. Sisi positif biar gue lebih paham aja sama kurikulum. Biar besoknya gue nggak sepelekan hal-hal kayak gini lagi.
            Gue nggak tahu sebelum gue bisa konsultasi sama bu dosen, gue hanya bisa curhat sama laptop gue ini. Ini unek-unek gue pertama sepanjang semester 8 ini dimulai. Gue harus pastikan, semua akan baik-baik saja, ini hanya masalah yang harus gue lewatin, gue yakin setelah ini gue akan terbebas dan Allah akan memudahkan jalanku setelah ini. Pasti ini hanya ujian dari Allah. Gue harus yakin, kalo di semester tiga saja bisa dilalui dengan senyuman pada akhirnya, gue yakin semester ini pun akan berakhir dengan senyuman indah.
           


0 comments:

Post a Comment